Ch 0 The Prologue
Legend of Terra
Two Kings, two Thrones;
Like black and white, they gloriously shone;
One reflected happiness and glory;
And the other brought death and misery.
On-going Main Quest(s):
I. The Escort - Aegis | Mista | Aquila (6 Des 2017 - Fin)
II. Assisting The Aide (10 Des 2017 - Fin)
III. Proof of Worthiness (4 Jan - 10 Jan 2018)

On-going Event(s):
None atm.

Current IRP Situation: 26/10/17 - Patch 26/10/17 is up!
26/11/17 - Patch 26/11/17 is up!
03/12/17 - Patch 03/12/17 is up!
14/12/17 - Patch 14/12/17 is up!
31/12/17 - Patch 31/12/17 is up!
1 Nariye 1245 - 30 Cerveth 1246
Selamat datang di Terra, dunia tempat semua khayalanmu menjadi nyata! Saat ini forum sedang menjalankan Periode Chapter hingga 8 Februari 2018. Tiap karakter hanya diijinkan untuk berada di dalam 1 thread RP kasual, 1 thread Hunting/Gathering, DAN 1 thread Main Quest/Exploring/Dungeon dalam waktu bersamaan.

Available Quota
Iilor Aprima (8/8) Aegis Aprima (8/8). Feis (5/5). Drulla (3/5). Nocrus (4/4). Kembar (0/1).

Pastikan kamu telah membaca peraturan dan ketentuan yang berlaku, ya!

Shoutbox
Hanya digunakan untuk kepentingan RP, yakni pengumuman event, pergantian periode, promosi thread/plot, dan sebagainya.
Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules   


TerraTalk
Untuk obrolan kasual. Bebas membahas apapun, namun aturan umum forum tetap berlaku di sini.
 
Closed
New Topic
New Poll

 I. Book of Chronicles
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:05 PM



Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:07 PM


MASA PENCIPTAAN

Dari bawah kaki lima tahta yang bermandikan cahaya yang tak berkesudah, ada ruang kosong yang berselimut gelap yang tak tertembus. Cahaya lima tahta tak mampu menembus selimut kegelapan yang membayangi. Tidak jika tak berasal dari pusat kekosongan. Diambilnya oleh mereka, pemilik lima tahta, tiga permata paling bawah di tangga tahta dan diangkat ke tempat paling tinggi, di atas tahta. Menyerap cahaya yang menyinari lima tahta. Satu permata menjadi permata paling terang, satu permata yang paling muram, dan permata lainnya yang paling membara.

Mereka membawa ketiga permata ke pusat kekosongan. Dari jejak langkah yang mereka tinggalkan, cahaya mereka menetes mencipta bercak putih di kegelapan, mengarak dalam pola. Permata paling terang diletakkan pertama, menyinari kekosongan, memudarkan kegelapan, memendarkan bercak langkah. Permata yang paling membara diletakkan kedua, dan permata yang paling muram diletakkan ketiga.

Sayangnya permata yang paling membara menarik kedua permata hingga warnanya semakin membara. Juga mampu merusak. Jadi Yang Bijak memuramkannya dengan menutupinya. Mengungkung warnanya hingga permata yang paling membara tak lagi membara. Ia menjadi permata yang kelam dan paling buruk rupa.

Yang Kasih menyayangkan keadaannya sehingga menggariskan keindahannya di kungkungannya. Tidak dengan secara langsung, karena sentuhannya akan menghancurkannya. Jadi mereka memanifestasikan kekuatannya dalam wujud yang mampu diterima oleh kungkungan permata, yang disebut Anima. Anima ini dikenal dengan nama-nama yang dilantunkan oleh kaum-kaum yang berkelana di Atara. Isil mengitarinya, memperindahnya dalam warna yang terang dan mampu menerima cahaya dan mengilaukannya. Dan permata yang kelam menjadi permata yang berkilau.

Gelmir memukulkan telapaknya di tanah yang kemudian disebut Luca, hingga kekuatannya mewujud dan mengalir, menutupi lubang-lubang permata yang buruk dengan perwujudan energinya yang mampu memenuhi hingga lubang terdalam dan celah terkecil di sana.

Dengan berhiaskan berbagai warna, permata paling kelam dan buruk itu menjadi permata yang paling indah. Mereka menyebutnya sebagai Atara, seperti bagaimana Kaum Feya menyebutnya.

Namun pada satu sisi Atara yang berhadapan dengan permata yang paling muram, tampak lebih kelam. Sisi itu tidak berkilau seperti sisi lainnya. Agar semua sisi Atara memiliki kilaunya, akhirnya mereka memutar ketiganya dalam kecepatan dan jalur yang tepat. Hingga permata yang indah berkilau seperti yang seharusnya. Ada masa dimana Permata yang Paling Muram menampakkan sinar terangnya hingga menerangi sisi kelam hampir menyerupai sisi Permata yang Paling Terang.

Sebagai permata yang paling indah, Atara semakin menarik perhatian mereka. Dari apa yang telah mereka ciptakan, yang terencana telah ditetapkan.

Dari barisan permata terendah di kursi tahta, diambillah permata terkecil. Permata itu tidak ditempatkan di tempat tertinggi seperti permata-permata sebelumnya. Tapi permata itu diberikan oleh Amras energinya. Dan pada tanah yang dijejaki Amras pertama kali, ditancapkan permata itu. Dalam kurun waktu yang panjang, ribuan tahun, permata itu tumbuh menjadi kehidupan yang pertama, sumber energi yang menopang kehidupan. Disebutnya sebagai Pohon Pertama, Pohon Energi, atau Pohon Kehidupan.

Sebagai kehidupan yang energinya bersumber dari pemilik tahta, dari batang hingga tiap cabang-cabangnya memancarkan cahaya. Dari akarnya mengalirkan energi ke Atara. Dan dari cabang-cabang terkecilnya tercipta benih-benih. Benih-benih yang jatuh ini membentuk kehidupan yang sama perwujudannya namun keadaannya berbeda. Mereka memiliki energi, memancarkan cahaya dan menyebarkan energi seperti Pohon Kehidupan, tapi akan layu dan mati pada masa tertentu. Mereka juga menyebar benih yang tumbuh dan mewujud yang sama. Hingga dalam kurun waktu yang panjang, pada tanah yang tak tersentuh oleh energi Gelmir, Atara dipenuhi oleh pepohonan.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:08 PM


MASA PARA RAJA
(Year Unknown)

Waktu dimana lima pemilik tahta menetapkan rencananya, ketika Atara dipenuhi oleh pepohonan, mereka menciptakan kehidupan lain yang mampu menjejak seperti Anima mereka. Namun Elendil, yang namanya hanya dikenal dalam lantunan malam dan duka, sebagai salah satu pemilik tahta yang turut dalam rencana tidak memiliki ketertarikan dalam menciptakan kehidupan. Dari benih-benih Pohon Kehidupan, Amras, Isil dan Gelmir memberikan energi mereka dan menciptakan makhluk yang mampu menjejak dan berlari di Atara. Makhluk yang mampu terbang hingga ke langit tertinggi. Makhluk yang mampu mengarungi energi Gelmir hingga yang terdalam. Hingga makhluk yang mampu menjelajah ke kedalaman tanah Atara. Dari setiap makhluk yang tercipta, mereka diberi karunia berupa akal.

Dari kisah-kisah yang dilantunkan Feya mengenai Masa Para Raja, mereka disebut Reegh.

Nienna yang sejak dulu memiliki ketertarikan yang paling besar, pemikiran yang paling tajam, mengambil benih dari Pohon Kehidupan, menciptakan makhluk yang paling berbeda dan satu-satunya di tanah Atara. Ke dalam benih, oleh Nienna, diberikan energi dan ambisi. Benih itu tak mewujud seperti Para Raja. Tapi darinya disebarkan energi yang kasatmata hingga tak ada yang mampu mengantisipasi kedatangannya. Tidak ada yang mampu menyadari keberadaannya. Dan darinya energi ini menancap kuat ke akal setiap makhluk dan tidak akan terhapus bagaimanapun.

Akibat yang ditimbulkan mempengaruhi karunia yang diberikan atas mereka, dan menjadi awal pertikaian di tanah Atara. Mereka yang ingin menguasai tanah, mereka yang ingin menguasai energi Gelmir hingga ke lubang terdalam, mereka yang ingin menguasai lubang-lubang tergelap hingga mereka yang ingin menguasai puncak-puncak tertinggi.

Para Raja mengambil benih-benih dari Pohon Kehidupan, dan dari kekuatan yang dimiliki dari penciptaannya, mereka menciptakan makhluk-makhluk lainnya yang tunduk dibawah kaki mereka dan bergerak atas kata yang terucap dari mereka. Makhluk-makhluk ini memuja mereka dan membangunkan singgasana yang kokoh untuk mereka. Dan dari makhluk-makhluk inilah, mereka memulai pertikaian yang pertama di tanah Atara.

Dari pertikaian yang terjadi, Reegh meninggalkan kekacauan. Memporak-porandakan keindahan Atara. Mengusik Anima yang selama ini berkelana. Pertikaian yang seolah tak berkesudah ini menciptakan kehancuran yang mengusik murka. Amras mengangkat Pohon Kehidupan, menghalau bentuk kehidupan manapun agar tak mencapainya. Dan dari benih Pohon Kehidupan yang diterangi cahaya Solial, diciptakannya makhluk yang mampu membinasakan. Kaum Feya menyebutnya Afos, Sang Utusan. Namanya yang sebenarnya tak berani disebutkan karena takut akan kemurkaannya. Tapi dalam kisah-kisah tua yang dilantunkan, mereka menyebutnya Mors.

Sang Utusan; dari cahaya di tangannya ia memberikan penghukuman kepada Para Raja. Sang Utusan membinasakan mereka yang mengabaikan peringatan dan melawan kemurkaan. Dalam hitungan waktu yang singkat, Sang Utusan menghentikan pertikaian dan kerusakan yang diciptakan, serta mengakhiri masa Para Raja. Dari yang tersisa diusirnya ke puncak-puncak tertinggi, ke lautan terdalam, hingga ke lubang-lubang tergelap. Kemegahan singgasana yang diagungkan dihancurkan. Dan Makhluk-makhluk pengikut mereka yang takut berlarian dan bersembunyi di sudut-sudut Atara, dan sebagian mengikuti Raja-nya.

Mereka yang diusir akalnya dikikis oleh kegelapan. Keberanian mereka untuk kembali mengarungi Atara dibinasakan oleh rasa takut dan malu. Hingga akhirnya dalam waktu yang terus berjalan, dalam ribuan masa yang terlewat, akal mereka dan pengikutnya mengendap dan tenggelam. Mereka yang berhasil mempertahankan sisa akal mereka menjadi Kaum-Kaum yang Terusir atau Kaum-Kaum yang Terlupa.

Dari masa yang diakhiri, sebagai sumber pertikaian yang tidak bisa dibinasakan, benih Nienna dtenggelamkan sedalam-dalamnya di tanah Atara, di tempat yang tak bercelah bersama wujudnya. Dan Anima yang menjadi kekuatannya dikristalkan dan dipecah hingga kepingan terkecil lalu dilemparkan ke tanah-tanah Atara yang tak terjangkau. Sedangkan Nienna dipudarkan namanya dari Rencana yang Ditetapkan.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:09 PM


MASA PERADABAN PERTAMA
(Year 3350 - 0001 PR)

Di masa setelah Atara dipulihkan dari kekacauan, Isil menciptakan makhluk pertama dari benih Pohon Kehidupan. Benih yang diberikan energinya ditanam ke tanah Atara dan dibentuk menjadi bentuk dan ukuran yang sesuai. Dianugerahkan kepadanya warna dan bentuk yang rupawan. Anima lainnya memberikan anugerah yang sepadan padanya. Gelmir memberikannya kekuatan pada tubuh dan Amras memberikannya akal dan nurani.

Merekalah Kaum Feya, Kaum Pertama. Dua yang diciptakan pertama, lima yang diciptakan setelahnya, dan tujuh yang diciptakan kemudian. Kepada mereka diperizinkan untuk berkehidupan dan mengarungi Atara setelah anugerah berikutnya diberikan, yaitu pengetahuan.

Dari benih Pohon Kehidupan diterangi kembali padanya cahaya Solial serta dianugerahi pengetahuan, diperintahkan kepadanya memberikan pengetahuan pada Kaum Pertama. Afos Kedua, Sang Pembawa Pesan, namanya banyak disebutkan dalam kisah-kisah peradaban. Padanya membawa seluruh pengetahuan yang diperuntukkan untuknya dan mereka. Pengetahuan yang telah ditetapkan untuknya. Sang Pembawa Pesan memberikan pengetahuan yang sepatutnya dibutuhkan oleh mereka. Pada masanya, Sang Pembawa Pesan berkelana di Atara dalam waktu yang panjang.

Gelmir yang menciptakan wilayahnya yang tak bisa dihuni oleh Kaum Pertama menciptakan Kaum Kedua. Setelah mengambil seluruh energinya dari wilayahnya, menyisakan wujudnya yang tidak menetap yaitu lautan, ia memberikan energi itu pada enam benih Pohon Kehidupan yang ia tenggelamkan ke dalam sumber ciptaannya yang pertama, tempat dimana telapaknya menyentuh. Pada masa Permata yang Paling Muram bersinar terang, masing-masing benih mewujud dalam bentuk yang serupa. Kaum ini disebut Drulla. Namun Kaum ini berbeda dari Kaum Pertama. Kaum yang diperuntukkan untuk mengarungi ciptaannya. Kekuatannya terpancar nyata dari garis di kulitnya. Atas permohonan Gelmir dan izin Amras, padanya diberi akal dan pengetahuan oleh Sang Pembawa Pesan untuk berkehidupan.

Setelahnya dalam waktu-waktu yang terlewat, Kaum-Kaum ini membentuk peradaban. Membangun benteng-benteng yang kokoh di atas tanah dan di bawah lautan. Sebagian berdiam di tempat mereka, sebagian lagi melangkah dan berkelana di Atara, mengumpulkan pengetahuan yang tidak diberikan padanya dan membangun peradaban baru. Dan dalam putaran-putaran masa, peradaban-peradaban mereka bersama pengetahuannya tersebar di seluruh Atara.

Setelah waktu-waktu berlalu dalam ribuan tahun, ketika peradaban keduanya berkembang dan saling berpadu, benih Nienna menemukan celahnya. Dari celah terkecil yang sanggup dilewatinya, energinya merangkak keluar dari celah yang kecil dan gelap. Perlahan-lahan tanpa tanda menyebar di Atara. Wujudnya yang tak terlihat merasuki Kaum yang kini berkelana secara dominan di Atara. Bukan hanya merambat ke akal, tapi juga mengakar di benih atau hati mereka.

Energi ini membisikkan pengetahuan yang ada namun tidak diberikan pada mereka. Mereka yang terhasut berkelana, mencari Benda yang Dilarang. Dari puncak tertinggi hingga lubang terdalam, mereka mengumpulkannya, meraih kekuatan yang menggerogoti akal dan nurani. Dari pengetahuan yang diberikan, mereka mengembangkannya menjadi awal dari kehancuran. Mereka menciptakan benda-benda kuat yang mampu menghancurkan. Ketamakan yang tumbuh dalam nurani mengulang kekacauan di Atara. Mereka yang melangkah di tanah dan mereka yang mengarungi lautan mencpitakan perseteruan yang pelik.

Dari perseteruan yang memancing kembali murka Anima, Isil memberikan kutukan pertama yang tidak dapat ditarik kepada mereka yang hatinya menggelap. Dikutuknya mereka dengan membusukkan hati dan dipenuhi oleh bara yang menggorogoti dari dalam diri. Meski mereka yang tersiksa memohon belas kasih, kemurkaan Isil tak mampu dipadamkan. Isil mengutuk pula raga mereka menjadi yang terburuk. Lalu dilemparnya mereka ke tanah yang gelap, menjadikan mereka Kaum yang Terbuang atau Kaum yang Terkutuk.

Yang tersisa dan menolak ketamakan memohon pengampunan atas kemurkaan yang diberikan. Namun apa yang telah terjadi tidak dapat diulang, dan kutukan yang diberi tidak dapat ditarik. Sebagai pengampunan, dari Yang Diciptakan Pertama bersama Anak-Anak yang Setia diangkat ke tanah tertinggi, dikembalikannya mereka menjadi bentuk awalnya dan ditempatkan bersama Pohon Kehidupan. Lalu diciptakannya Afos Ketiga dari benih Pohon Kehidupan dan Cahaya Solial, serta dianugerahi padanya sayap yang lebih lebar dan kuat dari kedua saudara-saudari nya. Callus namanya, Sang Pelindung sebutannya. Sayapnya yang lebar melingkupi Pohon Kehidupan.

Feya yang tersisa di Atara diperintahkan untuk mengarungi Atara dan memulihkan keadaan. Namun hati yang telah tersentuh oleh energi Nienna akan tergerogoti meski dalam waktu yang tak singkat. Perlahan-lahan dari mereka pengetahuan tentang masa lalu memudar bersama bahasa yang menjadi tua bagi mereka. Nama Feya yang murni dari mereka perlahan meredup menjadi Kaum yang Tersisa, yang selanjutnya disebut Kaum Feis. Dan perintah yang diberikan pada mereka ikut memudar.

Perselisihan dan pertikaian tetap datang meski dalam bentuk kecil pun. Hingga pertikaian yang kecil pun menjadi besar dan tak terhindarkan.

Dengan tangannya, Amras menempatkan benih Pohon Kehidupan ke sebongkah batu dan dipahat dengan bentuk yang tepat dan dibisikkan hingga mereka terbangun menjadi Sepuluh yang Dibangkitkan. Hati mereka lebih kokoh namun usia mereka lebih rapuh. Amras secara langsung memberikan mereka nama Aprima. Dalam kurun waktu yang singkat, Sang Pembawa Pesan memberikan pengetahuan dan kehendak yang diperuntukan. Ketangguhan mereka membuat mereka mampu bertahan dalam Atara yang kacau.

Aprima menjadi Kaum yang Menengahi. Diantara perseteruan dua kaum, ketangguhan mereka meredakan kekacauan. Mengembalikan ketenangan Atara yang telah tenggelam dalam gemuruh. Hati mereka yang keras tak dapat terjangkau oleh energi Nienna. Ketangguhan dan kekokohan hati mereka menjadikan mereka Kaum yang Diberkati.

Namun hati yang terlalu keras pun akan mencipta retak. Dan retak akan mencipta celah. Dari celah inilah energi Nienna merasuk dan menggerogoti. Merusak ketangguhan mereka menjadi ketamakan yang sama. Dan seiring berjalannya waktu, ketenangan Atara yang terjaga kembali terusik. Asap-asap kekacauan kembali bangkit dari tiap-tiap sudut Atara, memudarkan kilaunya, dan bertahan dalam waktu yang panjang.

Anima yang lama terdiam tak lagi memberi belas kasih. Diperintahkannya ketiga Afos untuk mengakhiri kekacauan dengan cara yang ketiganya kehendaki. Dengan kekuatan yang dianugerahkan kepada mereka, ketiga Afos menjatuhkan cahaya mereka ke tanah Atara. Dalam kisah-kisah kejatuhan, selama lima putaran waktu Atara, Atara menunjukkan kilau cahaya Solial yang dijatuhkan padanya dari tangan-tangan Afos.

Kaum-Kaum yang mengarungi Atara mengalami kejatuhan dalam waktu yang singkat. Keberanian dan ketamakan yang dipupuk diruntuhkan bersama peradaban yang mereka pongahkan. Mereka yang bertahan kembali ke kaum-kaum mereka, menghindari kekacauan yang akan menghancurkan mereka.

Setelahnya masa peradaban pertama berakhir. Masa kehancuran bagi mereka diabadikan dalam Kisah-Kisah Kejatuhan yang dilantunkan sebagai peringatan bagi mereka yang mengingat.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:11 PM


KISAH FEYA
(Year 3350 - 2080 PR)

Mereka disebut sebagai awal mula peradaban. Isil menciptakan mereka dari benih pohon kehidupan yang ditanamnya ke tanah Atara. Dari benih-benih ini diciptakannya mereka ke dalam bentuk yang rupawan. Sebagai hadiah atas mahakaryanya, Gelmir menganugerahkan kekuatan dan ketangguhan pada mereka, dan Amras memberikan akal dan nurani pada mereka.

Dalam bahasa para dewa, Isil menganugerahkan mereka nama Feya yang berarti ‘Rupa yang Indah’. Dua yang diciptakannya pertama. Mereka yang diberkati, dewa-dewa memberikan mereka anugerah yang tidak diberikan pada Kaum yang Terlupakan. Dari Sang Pembawa Pesan yang diturunkan pada mereka, kedua yang diciptakan pertama menerima dua anugerah yang dapat diwariskan namun tidak dapat dimusnahkan. Pertama Pengetahuan, yang memenuhi akal dan mempengaruhi nurani. Kedua Bahasa, yang memberikan mereka jalan hidup.

Feya menjadi ras yang mencintai keindahan, hingga semilir angin yang berbisik di telinga mereka pun menjadi lantunan yang indah bagi mereka. Dari bahasa-bahasa para dewa yang dianugerahkan pada mereka, terlahirlah lantunan-lantunan yang bertahan dari generasi ke generasi.

Lalu diperintahkannya mereka ke Tanah Baru. Dalam perjalanannya mereka bertemu lima yang diciptakan setelahnya, kemudian bersama-sama pergi ke tempat yang diperintahkan. Namun dalam perjalanannya, sepasang dari mereka memutuskan untuk menetap. Dari merekalah peradaban pertama kaum Feya tercipta. Kota ini dikenal sebagai kota termahsyur yang didirikan oleh Feya yang disebut sebagai Sharili, ‘Kota di Tepi Danau Biru’. Kota ini dikisahkan dalam kisah-kisah kuno, bersama pemimpin mereka yang dikenal dengan sebutan Versivia.

Mereka yang melanjutkan perjalanan, melalui tahun-tahun yang panjang, jumlah mereka semakin bertambah. Hingga di tanah yang baru, tanah yang diperintahkan, bertemulah mereka dengan tujuh yang diciptakan setelahnya. Di tanah itulah mereka membangun peradaban yang agung. Dari pengetahuan yang mereka dapatkan dalam waktu-waktu yang panjang, peradaban yang mereka dirikan berkembang lebih cepat. Dari kota inilah kisah-kisah peradaban banyak dikisahkan, tentang bagaimana mereka membangun budaya dan kepercayaan yang bertahan hingga generasi-generasi berikutnya. Kota itu dinamakan Renufian, bermakna Tanah yang Agung.

Seiring berjalannya waktu, ketika peradaban mereka semakin maju, ketika bebatuan dan logam alam telah mereka olah, atas perintah dari dua yang diciptakan pertama sepasang dari tujuh yang diciptakan setelahnya melakukan pengelanaan bersama pengikut mereka yang setia. Dari pengelanaan, bermulalah penyebaran peradaban. Mulai dari mereka yang mampu menanjaki puncak tertinggi, hingga mereka yang menghuni pesisir. Kota-kota mereka bangun, peradaban-peradaban maju mereka bangkitkan, nama-nama mereka agungkan. Hingga meluaslah kaum mereka di tanah Atara.


MASA PERANG DAN KEJATUHAN
(Year 1300 - 001 PR)

Dalam ribuan tahun yang panjang, Feya telah meraja di tanah Atara, dan Drulla telah menguasai lautan seperti yang mereka ketahui. Suatu waktu satu dari dua yang diciptakan pertama meninggalkan Renufian bersama pengikutnya. Dalam perjalannya ia menemukan Kaum yang Terlupakan bersama pengetahuan yang tidak pernah ia temukan, yang tidak pernah diajarkan pada mereka. Lalu ia membawa pengetahuan itu ke tanahnya.

Lalu dimulailah awal pengembangan benda-benda yang kuat, benda-benda yang menghancurkan. Arshila, mereka menyebutnya. Pada mulanya Arshila diciptakan sebagai perlambangan kekuatan, juga perlindungan. Lalu Arshila yang terus diciptakan untuk mereka beralih fungsi menjadi senjata-senjata yang menghancurkan.

Bermula dari penolakan kepada Drulla oleh Thershifil, bangsa Feya yang bermukim di tepi, dimulailah perseteruan keduanya. Dan ketika Thershifil memulai langkah mereka di atas lautan, perseteruan menjadi memanas. Dan Arshila digunakan dengan tidak wajar. Kehancuran Thershifil membawa kemarahan di seluruh tanah Atara. Peradaban-peradaban berkumpul, mengangkat panji dan sumpah ke tanah yang membara.

Namun Sharili menjadi yang menolak perseteruan. Dari Arshila yang diberikan pada mereka, ia memagari tanah mereka dari ancaman. Mereka dikecam menjadi bangsa yang pengecut.

Tanah semakin membara ketika setiap dari mereka menarik Kaum-Kaum yang terlupakan untuk keluar, mengikat mereka dalam perseteruan yang tak terhindarkan. Pada sejarahnya, Feya menarik kaum yang menghuni puncak-puncak tertinggi, kaum yang bertahan dalam ribuan tahun.

Isil yang murka atas tindakan ciptaannya ini mengutuk mereka yang memulai kebencian. Dikutuknya Raja Renufian beserta pengikutnya. Dibusukkannya hati dan dipenuhinya bara yang menggerogoti mereka. Rupa mereka diburukkan, lalu dilemparnya mereka ke tanah yang gelap. Mereka menjadi Kaum yang Terbuang atau Kaum yang Terkutuk.

Mereka yang tersisa memohon pengampunan kepada Isil. Dan sebagai pengampunan, Isil menarik Ratu Renufian bersama Anak-Anaknya yang Setia, membawa mereka ke tanah tertinggi dan mengembalikan mereka ke Pohon Kehidupan. Dan dilindungi mereka oleh Sang Pelindung bersama Pohon Kehidupan. Akibatnya Renufian mengalami kejatuhan setelahnya.

Feya yang tersisa, oleh Isil dicabut pengetahuan masa lalu dan masa hidup mereka yang teramat panjang, juga dikaburkannya bahasa-bahasa dewa pada mereka. Nama mereka beralih menjadi Feis. Mereka diperintahkan untuk mengembalikan keadaan Atara seperti sediakala, mengaburkan kerusakan-kerusakan yang telah mereka ciptakan dalam waktu yang amat panjang, sebelum pertikaian kembali terjadi.

Kematian Raja Sharili yang pertama oleh Drulla menjadi duka yang dalam dan kembali memancing pertikaian. Ratu Sharili yang teramat berduka menenggelamkan dirinya di danau biru. Sharili yang dipimpin oleh raja baru membuka perlindungan mereka, dan mengembalikan pertikaian yang lama. Dari bangsa yang pengecut, Sharili menjadi bangsa yang paling berani. Mereka tidak mundur meski ras yang baru terlibat di dalamnya.

Lalu kehancuran mereka kembali terjadi. Dijatuhkan kepada mereka cahaya-cahaya yang menghancurkan, cahaya yang membinasakan. Sharili menjadi yang pertama dihancurkan, lalu peradaban-peradaban lainnya. Selama lima hari kehancuran tidak dapat dihindari.

Dari Feis yang tersisa, mereka kembali mengumpulkan sisa-sisa peradaban Sharili yang hancur lalu membangun peradaban baru di hutan Mista yang mereka lindungi dari luar.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:12 PM


KISAH NOCRUS
(Year 5 - 630 AR)

Awal mulanya mereka adalah ras Feya. Namun karena murka Isil, mereka yang diberi murka dikutuk menjadi Kaum yang Terbuang. Renufian beserta pengikutnya dikutuk, dibusukkannya hati dan dipenuhinya bara yang menggerogoti mereka. Rupa mereka diburukkan, lalu dilemparnya mereka ke tanah yang gelap.

Mereka yang dibuang dijatuhkan ke lubang-lubang yang dalam dan gelap. Tidak banyak kisah yang dapat diceritakan. Pada masa perang tiga ras, Nocrus masih berada di kedalaman lubang-lubang yang gelap. mereka merangkak keluar dan memulai peradaban setelah masa kejatuhan ketiga ras. Dalam waktu-waktu yang berlalu, kemurnian Feya di dalam diri mereka musnah.

Peradaban awal mereka dimulai pada gua-gua dan lembah di gunung yang membara, Yspokia. Ketamakan dari masing-masing jiwa menjadikan peradaban mereka sangat sulit untuk berkembang. Seringkali terjadi pertarungan antara satu dan yang lainnya. Hingga Grusias, yang terkuat dari semuanya mengumpulkan mereka.

Grusias bersama mereka yang mengikutinya meninggalkan Yspokia untuk mencari tempat yang sesuai untuk mereka. Melewati hutan gelap Dhantos, yang penuh ilusi dan mematikan. Juga rawa-rawa yang mampu menjerat dan menarik mereka ke kematian, Amelma. Begitu banyak yang menyerah dan menyerahkan diri pada kematian. Hingga akhirnya Grusias dan yang tersisa menemukan gunung merah yang kokoh, Galad.

Dengan kekuasaan dan kekuatannya, ia memerintahkan kepada mereka yang tunduk padanya membangunkan istana untuknya. Gunung merah itu, Galad, digali dan dibentuknya mereka menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan tidak dapat dihancurkan. Galad menjadi awal peradaban yang tidak pernah runtuh bagi Nocrus. Disanalah perkembangan peradaban mereka. Dengan kekuatan yang tersembunyi yang disimpan oleh Grusias, Nocrus berkembang lebih kuat.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:14 PM


KISAH DRULLA
(Year 3310 - 1900 PR)

Dari mata air pertama yang diciptakan oleh Gelmir, ditenggelamkannya enam benih pohon kehidupan yang diberikan energinya. Pada masa Permata yang Paling Muram bersinar terang, masing-masing benih mewujud dalam bentuk yang serupa. Kaum ini disebut Drulla. Namun Kaum ini berbeda dari kaum pertama. Drulla diperuntukkan untuk mengarungi ciptaannya.

Pada mulanya mereka hidup di pulau Luca. Dalam waktu yang cukup lama, hingga Sang Pembawa Pesan tiba pada mereka. Dan diberikanlah pengetahuan kepada mereka. Lalu diberkatilah mereka oleh Gelmir dengan nama-nama dari bahasa dewa dan umur yang teramat panjang. Derio dan Diora, Profi dan Felia, dan Helio dan Sereni. Kemudian diperintahkanlah mereka ke dalam lautan dan berkehidupan di dalamnya.

Awal mulanya, jauh di kedalaman, tepat di bawah tanah Luca, terdapat gua-gua yang luas. Mereka menghuni gua-gua yang kosong dan mengawali kehidupan mereka di sana. Mereka menamainya Philiodis yang berarti ‘Gua di Dasar Lautan’. Tidak seperti tanah Atara, penghuni lautan tidak lebih bersahabat kepada mereka. Kegelapan lebih sering menemani, sehingga makhluk yang menghuni lautan lebih dulu dibanding mereka lebih berbahaya. Adaptasi yang keras mengubah kekuatan tubuh mereka perlahan-lahan. Mereka mempelajari bagaimana menjadi kuat dan bertahan hidup.

Perkembangan peradaban mereka lambat laun semakin terlihat, hingga gua-gua yang masih kosong telah terisi dan tidak ada lagi tempat yang tersisa. Profi dan Felia yang memulai pencarian gua baru bagi mereka. Bersama pengikutnya, mereka meninggalkan Philiodis. Dalam perjalanannya yang panjang ke selatan, mereka kesulitan menemukan gua yang tepat. Tidak ada gua yang mampu menampung mereka. Beberapa menyerah, beberapa kalah terhadap ganasnya kehidupan lautan. Hingga akhirnya mereka menemukan Marshva, Kebun yang Indah.

Marshva tidak seperti apa yang menjadi tujuan mereka. Tidak banyak gua-gua yang bisa mereka huni, namun dari tempat itu mereka bisa membangun kediaman-kediaman yang bisa dihuni. Mereka beradaptasi dan menciptakan perlindungan yang mampu melindungi kehidupan mereka. Dalam waktu yang panjang, peradaban dan kehidupan mereka semakin maju dan meninggi.

Namun kemajuan Marshva tidak sejalan dengan kehidupan Philiodis. Profi suatu waktu memutuskan untuk mengirimkan utusannya ke Philiodis, untuk menjemput saudara-saudaranya untuk hidup sejahtera di Marshva. Namun yang ditemukan tidak seperti yang mereka ingat lagi. Gua-gua di Philiodis kosong dan hancur. Cahaya yang dulunya masih mampu menembus ke kedalaman itu kini kesulitan untuk masuk ke celah-celahnya. Philiodis mengalami kejatuhan oleh makhluk yang menyerang mereka dan menghuni gua-gua itu kini.

Kejatuhan Philiodis memancing kemurkaan Profi. Dikirimkannya bala tentaranya yang terkuat. Ketika bulan merah dan permukaan lautan memantulkan cahaya merah, Profi menghunuskan senjatanya. Ia dan bala tentaranya menyerang makhluk yang menguasai Philiodis. Satu makhluk yang merupakan sisa dari kaum yang terlupakan yang menghuni lautan. Makhluk itu digambarkan memiliki tubuh yang besar dan panjang bagai ular. Kulitnya keras dan gerakannya gesit. Di bawah kepalanya terdapat tubuh tegap bertangan dua dan tajam, yang terhubung ke tubuh ularnya. Kepalanya besar dan nafasnya membusukkan sekitarnya. Drulla menyebutnya Barhemor.

Pada pertarungannya, Profi yang tangguh jatuh bersama Barhemor ke kedalaman Philiodis yang terdalam dan gelap, sehingga tak mampu bagi siapapun untuk ke sana. Kejatuhan Profi menjadi duka yang mendalam bagi Felia.

Namun yang tidak diketahui dari bangsa Marshva, mereka yang menghuni Philiodis telah pergi meninggalkan gua-gua mereka setelah kepergian Profi dan Felia beserta pengikutnya. Kepergian mereka diakibatkan oleh penyerangan Barhemor yang tiba-tiba. Makhluk itu menghancurkan Philiodis dan mengusir mereka dan menggantikan menghuni gua-gua itu. Helio menjadi salah satu Drulla yang tidak terselamatkan dalam penyerangan tiba-tiba itu.

Mereka yang terusir meninggalkan gua-gua dan melakukan perjalanan panjang dan keras ke wilayah selatan. Ke wilayah yang lebih terang, dimana cahaya dapat terlihat di permukaan. Mereka membangun peradaban yang tidak jauh dari daratan. Kashnor namanya. Kota di Tepi Cahaya. Dari pengalaman kejatuhan mereka di Philiodis, bangsa Kashnor membangun peradaban yang lebih kuat hingga mampu menciptakan perlindungan bagi mereka.

Sereni yang kehilangan pasangannya perlahan memisakan diri dari Kashnor yang telah maju. Dalam dukanya ia membangun tekad dan kekuatan lalu membawa pengikutnya yang setia ke tenggara dan membangun peradabannya, di karang-karang yang kokoh, Stakham. Sereni tidak membalas dendam pada Barhemor, namun ia belajar dari kekalahan dan kejatuhan Helio sehingga bangsa Stakham menjadi bangsa yang terkuat di ras Drulla.


MASA PERMUKAAN DAN PERANG
(Year 640 - 001 PR)

Bangsa Kashnor memulai perkembangan peradaban dan pengetahuan mereka dengan naik ke permukaan. Dengan mengubah tubuh mereka sehingga memudahkan mereka melangkah di tanah Atara, bangsa Kashnor menjejakkan kaki mereka di pesisir pantai wilayah selatan.

Di wilayah inilah pertama kalinya bangsa Kashnor bertemu bangsa Thershifil dari ras Feya. Namun keangkuhan bangsa Thershifil atas kekuasaan mereka terhadap tanah Atara menolak keberadaan bangsa Kashnor untuk menjejak di tanah Atara. Bangsa Kashnor yang merasa terusir dan terhina kembali ke lautan dan melemparkan sumpah penolakan terhadap ras Feya.

Namun ketika Thershifil memanfaatkan pengetahuan mereka dan mengaruhi permukaan lautan, maka murkalah bangsa Kashnor. Dihancurkan dan ditenggelamkanlah kapal-kapal mereka, yang selanjutnya menjadi Fronof, Kuburan Kapal-kapal. Dan mulailah pertikaian antara kedua ras ini. Bangsa Kashnor yang dipimpin oleh Derio naik ke tepi dan pertempuran di tepi ini mengakibatkan kejatuhan Thershifil. Bangsa Karshnol menduduki Thershifil dan mengganti namanya menjadi Ishfir, kota pertama ras Drulla di daratan.

Pertikaian terjadi terus menerus di wilayah Ishfir antara ras Feya dan Drulla. Namun meski Drulla merupakan ras yang tangguh, ras Feya menggunakan senjata-senjata yang mampu menghancurkan mereka. Derio meminta pertolongan kepada Sereni di Stakham. Sereni mengirim pasukannya yang kuat dan terlatih ke permukaan, memimpin pasukan dalam pertempuran di Ishfir dalam waktu yang panjang.

Hingga ras Feya mundur perlahan-lahan dan meninggalkan tanah Ishfir. Drulla yang merasakan kemenangan menyebarkan peradaban mereka dan mempelajari pengetahuan permukaan tanah Atara hingga ke puncak-puncak yang tinggi. Ras Drulla yang menetap lama di permukaan menyebut diri mereka bangsa Voshta, Mereka yang Berjalan. Dan penyebaran peradaban inilah yang mempertemukan bangsa Voshta dari ras Drulla dan bangsa Sharili dari ras Feya.

Namun pertemuan ini bukan pertemuan yang baik di antara mereka. Derio yang angkuh dan raja Sharili yang menolak persekutuan, memancing kemarahan Derio. Kematian Raja Sharili kembali memancing pertikaian antara ras Drulla dan Feis (sebelumnya disebut ras Feya namun kehilangan nama dewa atau nama murni mereka).

Sayangnya kejatuhan terjadi pada bangsa Voshta. Dengan senjata-senjata yang menghancurkan dan keberanian yang luar biasa, bangsa Voshta dipukul mundur. Dan Derio kalah di medan perang. Sereni yang saat itu bersama mereka terpilih menjadi pemimpin bangsa. Ia memperoleh Arshila dari pengembaraan dan penyebaran peradabannya di tanah Atara dari Kaum yang Terlupakan, sehingga mereka mampu kembali ke tanah perang.

Pada saat itu ras ketiga membelah perang antara Drulla dan Feis, memisahkan mereka. Mereka ras yang tidak memiliki Arshila, senjata yang menghancurkan. Namun mereka kuat dan cepat, serta membawa kekuatan yang belum pernah dilihat oleh ras manapun yang sedang berkelana di tanah Atara. Hingga akhirnya bangsa Stakham dari ras Drulla mundur dari tanah perang dalam kurun waktu yang panjang. Sereni dan pengikutnya kembali ke Stakham di lautan, dan bangsa Voshta yang menetap di tanah Atara masih terlibat pertikaian dengan Sherili.

Tapi setelah ratusan tahun yang terlewat, pertikaian besar kembali terjadi antara ketiganya, tidak dapat dihindarkan dan tidak dapat dihentikan. Kerusakan di tanah Atara ini bahkan menggoncang lautan, hingga kemurkaan Anima. Cahaya-cahaya dijatuhkan di tanah Atara, juga di lautan, hingga cahaya itu menembus ke kedalaman dan memporak-porandakan. Dari kehancuran ini seluruh ras Drulla kembali ke lautan untuk menghindari kemurkaan yang lebih.

Dari Sang Pembawa Pesan, ras Drulla diperintahkan kepada mereka ke tanah Luca. Mereka yang tersisa mengumpulkan diri di tanah Luca yang lebih kecil akibat kehancuran, dan mata airnya yang berhenti mengalir. Di sanalah mereka bertemu Gelmir yang mencabut umur panjang mereka. Namun Gelmir yang mengampuni ciptaannya kembali menghidupkan mata air di tanah Luca. Diperintahkannya mereka untuk meminum air tersebut, dan kembali ke lautan untuk membangun kembali peradaban mereka.

Sereni yang memimpin seluruh bangsa membawa mereka ke Stakham yang telah hancur. Di sana mereka memulai kembali membangun peradaban mereka, mengubah nama Stakham menjadi Athol. Setelahnya, ketika Athol telah berkembang dan kuat, diperintahkannya kepada mereka menyebarkan peradaban yang baru di lautan.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Jul 18 2017, 10:16 PM


KISAH APRIMA
(Year: 900 - 1 PR)

Tanah kelahiran ras ini sebelumnya tidak pernah ada. Namun pada masa peperangan antara Feis dan Drulla, jauh di wilayah timur, tanah yang luas diangkat dari dasar laut dan disuburkannya tanah itu dalam tahun-tahun yang panjang. Lalu dari puncak gunung yang membara, dimana para naga bersarang, diambillah sebongkah batu yang kokoh dan di letakkan di puncak bukit yang paling subur dimana energi Atara berkumpul dan mengembuskan angin yang lembut. Aprima menyebutnya Riolia, Bukit Kebangkitan.

Pada puncak bukit Riolia, Amras menempatkan benih Pohon Kehidupan ke sebongkah batu dan dipahat dengan bentuk yang tepat dan dibisikkan hingga mereka terbangun menjadi Sepuluh yang Dibangkitkan. Hati mereka lebih kokoh namun usia mereka lebih rapuh. Amras secara langsung memberikan mereka nama Aprima. Dalam kurun waktu yang singkat, Sang Pembawa Pesan memberikan pengetahuan dan kehendak yang diperuntukkan, serta kemampuan yang tidak dimiliki oleh ras-ras sebelumnya. Ketangguhan mereka membuat mereka mampu bertahan dalam Atara yang kacau.

Dalam masa perkembangannya, umur mereka cukup panjang namun tidak sepanjang Feis. Mereka diciptakan pada usia yang singkat, namun beradaptasi lebih cepat. Akal mereka berkembang lebih pesat dalam pemahaman pengetahuan yang diberikan pada mereka sehingga Aprima mampu melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh ras-ras lain yang telah diciptakan.

Aprima menciptakan sihir, dari energi dalam dan energi luar bersama bahasa dewa yang menjadi kunci. Dari pemahaman akan kekuatan perpaduan energi, mereka menghasilkan sebuah kekuatan yang tidak dipikirkan oleh ras-ras sebelumnya. Dengan energi dari dalam tubuh yang dipusatkan, lalu melafalkan bahasa dewa, maka energi para dewa yang tersebar di Atara, energi Atara, akan terkumpul pada titik yang dipusatkan, hingga energi dari dalam tubuh dan energi dari luar akan berpadu menghasilkan kekuatan. Begitulah bagaimana sihir diciptakan.

Perkembangan peradaban mereka dimulai di Riolia, Bukit Kebangkitan, Sepuluh yang Dibangkitkan diberikan pengetahuan di bukit itu. Lalu delapan dari mereka mengikuti Sang Pembawa Pesan meninggalkan bukit, berdasarkan perintah Amras, menuju lembah-lembah yang datar dan luas. Sedangkan sepasang yang tidak mengikuti menetap di Riolia, meminta izin pada Amras untuk menjaga bukit yang menjadi sakral bagi mereka. Dalam waktu yang berlalu, peradaban mereka tidak berkembang sepesat yang lainnya, karena begitulah keinginan mereka. Sumpah setia keturunan mereka dalam pengabdian penjagaan Bukit Kebangkitan. Mereka menjadi Para Penjaga, atas berkat Amras. Namun keberadaan mereka menghilang setelah kehancuran.

Delapan yang mengikuti Sang Pembawa Pesan ini memulai peradaban mereka di dataran Silphia, dataran di dekat bukit Riolia yang berangin. Tanah yang subur namun keras membuat peradaban mereka tidak begitu berkembang. Hingga mereka meninggalkannya, dan berpindah ke arah barat. Pada hutan yang lebih tenang, dimana energi-energi Atara mampu dirasakan di kulit mereka.

Polios nama kota mereka, di hutan yang mereka sebut Firias kota mereka berada. Sang Pembawa Pesan menjadi pemimpin mereka pada masa yang singkat, berdasarkan keinginan mereka. Peradaban mereka berkembang dengan sangat cepat. Dari kayu menjadi batu, dari batu menjadi logam, pada seratus tahun yang dilewati. Dan tak tersentuh oleh kedua ras yang bertikai.

Hingga muncullah perintah baru kepada mereka: Menghentikan perang. Sang Pembawa Pesan menunjuk Kiera, yang paling bijak dari mereka untuk menjadi pemimpin menggantikannya, juga untuk mewujudkan perintah yang diberikan pada mereka.

Atas kedudukan yang diberikan padanya, ia memerintah Feredis, yang terkuat di antara mereka membawa pasukan mereka ke tanah pertempuran. Meski kekuatan mereka tidak sebanding dengan kedua ras, namun sihir mereka mampu menghentikan pertikaian dalam waktu yang singkat. Mereka menggiring Feis dan Drulla kembali ke tanah mereka.

Di tanah itulah Feredis membangun peradaban yang baru, mempertahankan perintah yang diberikan padanya. Feritas, mereka menyebutnya. Dari kota itulah sihir meluas, tidak hanya pada mereka, namun ke kedua ras lainnya. Aprima yang memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar menyebarkan diri mereka di antara kedua ras. Mereka meminta pada Feis dan Drulla pengetahuan yang tidak mereka dapatkan dari perjalanan mereka, dengan pengetahuan yang menjadi kekuatan mereka.

Dan zaman kehancuran dimulai.

Hiera yang terpandai di antara mereka, karena rasa ingin tahunya yang besar, membuka negosiasi yang menguntungkan di kedua ras. Kebutuhan akan kekuatan oleh Feis dan Drulla, menjadikan Sihir sebagai kunci negosiasi terkuatnya. Ia meminta semua pengetahuan yang ia inginkan dari keduanya yang ditukar dengan pengetahuan sihir dari kaumnya. Dan begitulah bagaimana ia bertemu Arshila dan Benda yang Dilarang.

Rasa ingin tahunya akan Arshila membawanya bertemu Benda yang Dilarang, juga Kaum yang Terlupakan. Lalu dari perjalanannya kekokohan hatinya dihancurkan. Ia membawa Arshila bersamanya ke Feritas. Dan dimulailah pengetahuan akan kehancuran berkembang.

Namun kekuatan yang ditimbulkannya ditakuti oleh Feredis. Atas perintahnya, Hiera yang keras kepala akan pengetahuannya diusir bersama pengikutnya beserta Arshila. Ia bersumpah akan kembali membalaskan rasa malu yang Feredis berikan padanya dan pengikutnya. Lalu Hiera dan pengikutnya menuju ke ras Drulla yang berada di tanah Atara. Namun, mereka menolaknya.

Dari rasa malu dan bencinya, ia beralih ke ras Feis yang menerima dirinya dan pengetahuannya. Ia menghasut Feis yang masih tertutupi kebencian pada ras Drulla untuk menjatuhkan Feritas agar bisa mencapai ras Drulla. Dengan memanfaatkan pengetahuan mereka, Hiera dan pengikutnya bersama ras Feis menjatuhkan Feritas dan Feredis.

Lalu terjadilah kehancuran.

Ketika Feis dan Drulla berada di tengah pertikaian mereka, Hiera yang menjadi sangat tamak membujuk Feis untuk menjatuhkan Polios. Dengan kejatuhan Polios mereka menganggap dukungan terhadap Drulla akan menurun.

Namun, Polios sendiri terlalu tangguh untuk dijatuhkan oleh Hiera dan pendukungnya. Dan terlibatlah Kiera ke dalam pertikaian itu. Meski tanpa Arshila, mereka mampu bertahan di pertikaian yang kuat dan membara. Ia memiliki sihir kuno, juga Para Penjaga yang diberkati oleh Amras, sehingga mereka ditakuti di medan perang.

Hingga kehancuran dijatuhkan pada mereka. Mundurlah Kiera dari tanah pertarungan. Dan jatuhlah Hiera dari ketamakannya. Mereka berusaha kembali ke Polios. Namun kota itu juga terkena dampaknya. Yang tersisa dari mereka membangun peradaban mereka secara berpencar-pencar. Para Penjaga ditarik ke Riolia dan dikaburkan keberadaan mereka dan Bukit Kebangkitan serta pengetahuan sihir kuno dari mereka yang tersisa. Akibatnya usia mereka menjadi lebih singkat dibanding sebelumnha. Dan ketakutan akan kehancuran mengakibatkan mundurnya peradaban mereka.


BERDIRINYA IILOR
(Year 120 - 870 AR)

Awal mulanya Aprima yang terpisah-pisah membentuk kehidupan mereka di wilayah-wilayah mereka dalam waktu yang lama. Hingga akhirnya Rimera, putra Limera, cucu Kiera menyatukan kelompok-kelompok mereka kembali. Ia membangun kembali peradabannya dan menyebutnya Iilor, dan menjadi Raja selama lima tahun sebelum kematiannya. Putranya Orias yang melanjutkan kepemimpinannya.

Lalu setelah beratus-ratus tahun setelah pembentukan kerajaan, Iilor di bawah kepemimpinan Herlion Inghard, mengirim bangsawan Silvercrow beserta pasukannya ke alam liar utara. Di sana Silvercrow membangun peradabannya, membangun kerajaannya dan memisahkan diri dengan Iilor dan memberinya nama Aegis di tahun 615 AR.

Namun Merion Inghard, keturunan dari Herlion Inghard yang menjadi Raja Iilor, yang tidak terima mengirim pasukannnya ke utara dan melawan Aegis. Namun usaha ini tidak membuahkan hasil setelah bertahun-tahun, meski Raja Yvian Silvercrow, keturunan Silvercrow telah jatuh. Corvus Scarlet yang terpilih sebagai Raja menggantikan Yvian Silvercrow membuka negosiasi damai antara Iilor ada Aegis. Hasil dari negosiasi damai ini menciptakan perjanjian damai dan daerah netral (daerah tanpa penguasaan kedua kerajaan).

Selain negosiasi damai antara Iilor dan Aegis, Corvus Scarlet juga membuka negosiasi perdamaian antara ras Feis dan Drulla. Meski butuh bertahun-tahun, namun akhirnya perjanjian ini disetujui oleh kedua pihak, yang selanjutnya membuka perdagangan bebas antara kerajaan pada tahun 870 AR.

Quote
Amras
— The All-Seeing Cosmos —
Unknown
?? EXP
Level
??
Character Info
AGE Unknown
RACE Utima
ORIGIN The Five Thrones
RUM
STRATA
TRIVIA

Archeion
Inventory


#1 since 17-July 17.
Currently has posted 0 times.
 Posted on: Dec 31 2017, 03:41 PM


KISAH MOHAKA
(Year Unknown - 1040 AR)

Pada mulanya, mereka disebut Trequill atau Si Kecil. Mereka merupakan ciptaan dari Tritos, raksasa bermata tiga, yang juga termasuk Reegh. Tujuan penciptaan mereka adalah untuk membuatkannya senjata dari logam-logam yang tidak bisa diraihnya di dalam bumi. Mereka menciptakannya pelindung-pelindung terkokoh dan senjata-senjata terkuat dari logam-logam yang tangguh. Mereka juga membangunkan tahta dari gunung yang dipahat untuknya. Dan menjadi abdi bagi Reegh tersebut.

Hingga setelah kejatuhan Tritos dan kehancuran, mereka bersembunyi di istana Tritos dan menggali ke dalam tanah hingga yang terdalam sebagai tempat perlindungan bagi mereka. Kekuatan mereka setangguh akal mereka. Dari sekian Kaum yang Terlupakan, Trequill merupakan Kaum yang akalnya masih sangat kuat sehingga tidak mampu mengubah sikap mereka.

Namun, kedalaman tempat tinggal mereka mengubah ambisi mereka. Semakin dalamnya tempat tinggal mereka, semakin kuat kecintaan mereka terhadap logam dan permata. Mereka menciptakan senjata dan perlindungan untuk mereka, juga permata dan harta untuk kesenangan mereka. Kegilaan mereka pada ciptaan mereka membuat mereka membangun jebakan di tanah mereka sehingga orang lain tidak mampu mencapai harta-harta mereka.

Hingga Sang Pembawa Pesan menemukan mereka. Mengganti nama mereka menjadi Mohaka, Para Pemahat Gunung. Lalu diberitahukan pada mereka pengetahuan, bahasa dan perintah untuk keluar dari dalam tanah. Dan dimulailah peradaban mereka di tanah Atara. Mereka memisah menjadi dua Raja, Raja Querill yang memerintah di gunung pertama Verian di utara, dan Raja Ramuill di gunung kedua Arorntoft di selatan.

Mereka menggali gunung-gunung di sekitar wilayah gunung mereka, menggali logam dan harta, serta menjadikan tempat penyimpanan tersembunyi mereka jauh di kedalaman. Mereka menciptakan labirin dan jebakan mematikan sebagai penghalang untuk mencapai harta-harta mereka.

Di Verian mereka bertemu Ras Feya yang berkelana. Atas kemampuan mereka, Ras Feya meminta kekuatan dari mereka, namun Raja Querill menolak. Mohaka tidak ingin memberikan hartanya kepada siapapun.

Hingga suatu hari, Ras Feya membawakan pada mereka permata yang paling bersinar dan paling berkilau. Permata yang tidak pernah ditemukan oleh mereka di kedalaman apapun. Sebagai pertukaran, ia memberikan permata itu dan Mohaka menciptakan senjata yang menghancurkan untuk mereka.

Namun keterlibatan Mohaka tidak berhenti di situ. Raja Ramuill bertemu Ras Drulla, wanita tangguh yang mengalahkan kaumnya dan meminta kemampuannya. Dan dari permata yang menggoda, ia menciptakan senjata yang juga menghancurkan.

Sementara Querill, setelah bertahun-tahun terlewati, kembali terlibat dalam kerjasama bersama Feis yang kini bersekutu bersama Aprima. Ia dan kaumnya di utara memberikan pengetahuan dan benda terlarang sebagai pertukaran pada pengetahuan Sihir mereka yang menarik. Yang tidak diketahui olehnya bahwa ketertarikannya akan menjatuhkan kaum mereka.

Keterlibatan mereka dan ketertarikan mereka terhadap pengolahan Benda yang Terlarang mengundang kemarahan Sang Pembawa Pesan pada mereka. Sebagai hukuman, dihancurkannya Verian dan lubang penyimpanan mereka, dan ditenggelamkan isinya bersama seluruh kaum dan harta mereka di dalamnya. Sementara di Arorntoft, Sang Pembawa Pesan tidak menghancurkannya. Namun dikirimkannya pada mereka Balruts yang melahap habis harta-harta logam mereka yang berharga dalam siklus yang panjang dan berulang.

Dalam kurun waktu yang panjang, Mohaka menghindari persekutuan ataupun perseturuan kepada ras-ras lainnya, mengikat diri pada Istana dan harta mereka di Arorntoft. Hingga Erik Steinbjorn yang menjadi Raja memutuskan mengizinkan peradaban mereka untuk terbuka di permukaan.

Quote
1 User(s) are reading this topic (1 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 


Tree of Life is exclusively made for Legend of Terra by 531R.


Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Forum Sekolah Sihir Hogwarts The Black Clover Beauxbatons Academy Bauklötze WBEnt X Seoul 2.0 Vampire Knight: Re IndoES21 Smiley Academy History Has Its Eyes Yuugen RPF